
Kopi merupakan salah satu
minuman yang paling digemari banyak orang. Dari setiap tiga orang di dunia,
salah satunya adalah peminum kopi. Kopi memang sungguh nikmat jika diminum baik
pagi hari, atau saat malam hari ketika pekerjaan menumpuk. Kopi merupakan salah satu
minuman yang paling dinikmati banyak orang, yang tidak sekadar diteguk saja,
namun juga dinikmati. Bisnis kopi pun telah menjadi bisnis puluhan milyar
dolar, yang hanya mampu disaingi oleh bisnis minyak bumi.
Sejarah Penyebaran Kopi
Biji tanaman kopi dipanggang lalu dihaluskan dan dihidangkan.
Metode pemanggangan biji kopi sendiri belum diketahui kapan dimulainya. Namun
tanaman kopi berasal dari dataran tinggi di Ethiopia, yang pada saat itu
merupakan tanaman liar di Ethiopia. Lalu tanaman kopi dari sini dikembangkan di
Semenanjung Arab sekitar abad ke-15, yang terkenal menjadi Kopi Arabika.
Kopi Arabika saat ini menjadi jenis kopi yang paling banyak diproduksi di dunia
yaitu mencapai lebih dari 60 persen produksi kopi dunia.
Menurut legenda, kopi ditemukan oleh seorang pemuda Arab bernama
Kaldi, seorang penggembala kambing. Ia selalu memperhatikan bahwa kambingnya selalu
menunjukkan gejala gembira setelah menggigit biji dan daun suatu tanaman hijau.
Karena penasaran, ia mencoba biji tanaman tersebut dan merasakan efek semangat
serta gembira. Akhirnya penemuan ini menyebar dari mulut ke mulut, sejak itu
lahirlah kopi menurut legenda di Arab.
Pada tahun 1610, tanaman kopi pertama ditanam di daerah India.
Bangsa Belanda mulai mempelajari pengembangbiakan kopi pada tahun 1614. Lalu
pada tahun 1616, mereka berhasil memperoleh bibit dan tanaman kopi yang subur
dan langsung mendirikan perkebunan kopi di Srilanka dan tanah Jawa (Indonesia)
pada tahun 1699. Kemudian oleh bangsa Belanda, tanaman ini disebar ke koloni
Belanda di Amerika Tengah seperti di Suriname dan Kepulauan Karibia. Kemudian
bangsa Perancis juga tertarik dengan perdagangan kopi ini. Mereka membeli bibit
kopi dari Belanda lalu dikembangkan di Pulau Réunion sebelah timur Madagaskar.
Namun mereka gagal mengembangkan kopi di sini. Lalu pada tahun 1723, bangsa
Perancis mencoba mengembangkan tanaman kopi di daerah Pulau Martinik. Pada
tahun 1800-an, tanaman kopi dikembangkan di Hawaii. Belakangan tanaman ini juga
dikembangkan di Brasil dan daerah-daerah lainnya.
Asal Kata Kopi
Kata kopi atau
dalam bahasa Inggris coffee berasal dari bahasa Arab qahwah,
yang berarti kekuatan. Kemudian kata kopi yang kita kenal saat ini berasal dari
bahasa Turki yaitu kahveh yang kemudian belakangan menjadi koffie dalam
bahasa Belanda dan coffee dalam bahasa Inggris. Kata tersebut
diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.
Kopi pada Zaman Dahulu hingga Sekarang
Awalnya kopi digunakan sebagai produk makanan. Kemudian
kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Belakangan kopi digunakan juga
sebagai obat. Dan saat ini kopi terkenal sebagai minuman yang cukup digemari.
Pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan. Seluruh biji
kopi dihancurkan, lalu ditambahkan minyak. Lalu adonan ini dibentuk berbentuk
bundar dan menjadi makanan. Sampai saat ini, beberapa suku di Afrika masih
memakan kopi dalam bentuk seperti itu.
Belakangan, kopi digunakan sebagai
pengganti minuman anggur. Biji kopi dibuat sebagai minuman yang mirip dengan
anggur. Beberapa orang membuat minuman seperti ini dengan menuangkan air
mendidih ke biji kopi yang sudah dikeringkan.
Sebagai obat, kopi dapat bermanfaat
untuk mengobati migrain, sakit kepala, gangguan jantung, asma kronis dan
gangguan buang air. Meski demikian, untuk konsumsi kopi berlebih bisa berakibat
buruk. Jika mengkonsumsi kopi secara belebih dapat meningkatkan asam lambung,
menyebabkan ketegangan, dan mempercepat detak jantung. Selain itu, konsumsi
kopi secara berlebih, sering dikaitkan dengan sakit maag.
Belakangan, kopi digunakan sebagai minuman yang cukup
nikmat. Biji kopi dikeringkan lalu dipanggang dan digiling dalam batok.
Hasilnya kemudian bisa menjadi minuman kopi yang nikmat. Belakangan ditemukan
mesin penggiling biji kopi yang memudahkan produksi kopi sebagai minuman.
Berbagai Macam Kegunaan Kopi
Berbagai rasa kopi yang khas membuat
sensasi menyenangkan di mulut. Misalnya es kopi atau iced
coffee yang manis biasanya menyegarkan. Es krim rasa kopi pun
juga menjadi favorit bagi banyak orang. Kopi juga menjadi salah satu bahan
dasar beberapa jenis kue rasa kopi. Dan yang paling populer adalah kopi polos
dan juga kopi susu. Namun para ilmuwan juga menyelediki manfaat lain dari kopi.
Sisa bubuk dari kopi bermanfaat sebagai pupuk yang baik. Selain itu, beberapa
produk disinfektan maupun isolasi untuk dinding, lantai dan atap juga dapat
dibuat dari kopi. Gliserin yang merupakan produk sampingan dari sabun, dapat
dibuat dari minyak kopi. Minyak kopi juga biasa digunakan sebagai bahan
pembuat cat, sabun, maupun produk lainnya. Biji kopi dapat
bermanfaat untuk berbagai produk dan kegunaan. Namun yang paling populer tentu
saja sebagai minuman yang nikmat yang diminum banyak orang setiap harinya.
Kopi Arabika dan Kopi Robusta
Meski di seluruh dunia ada sekitar 70
spesies pohon kopi, dari yang berukuran seperti semak belukar hingga pohon
dengan tinggi 12 meter, namun hanya ada dua spesies pohon kopi yang secara umum
dikenal untuk diproduksi sebagai produk kopi. Kedua spesies ini digunakan untuk
produksi sekitar 98 persen produksi kopi dunia. Apa sajakah itu? Kopi yang
pertama kali dikembangkan di dunia adalah Kopi Arabika yang
berasal dari spesies pohon kopi Coffea arabica. Kopi jenis ini yang paling banyak
diproduksi, yaitu sekitar lebih dari 60 persen produksi kopi dunia. Kopi
arabika dari spesies Coffea arabica menghasilkan jenis kopi yang
terbaik. Pohon spesies ini biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Tinggi
pohon kopi ini antara 4 hingga 6 meter. Kopi arabika memiliki kandungan kafein
tidak lebih dari 1,5 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 44
kromosom.
Pohon kopi spesies lainnya yang juga
cukup banyak diproduksi sebagai produk kopi adalah Coffea
canephora yang sering dikenal sebagai Kopi
Robusta. Tinggi pohon Coffea canephora mencapai 12 meter dan dapat
ditanam di daerah yang lebih rendah dibanding kopi arabika. Kopi robusta
biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. Kopi robusta memiliki
kandungan kafein yang lebih tinggi, rasanya lebih netral, serta aroma kopi yang
lebih kuat. Kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8 persen serta
memiliki jumlah kromosom sebanyak 22 kromosom. Produksi kopi robusta saat ini
mencapai sepertiga produksi kopi seluruh dunia.
Dilema Minum Kopi dan Bahaya Kopi
Meski minum kopi sungguh nikmat,
namun minuman ini sering memunculkan berbagai dilema. Beberapa penelitian
menunjukkan bahaya dari minum kopi. Bahkan pada jaman dahulu, di Timur Tengah,
kopi sempat menjadi minuman yang haram karena sering menimbulkan efek negatif.
Apa saja bahaya dari kopi yang nikmat ini?
Konsumsi kopi telah dikenal begitu
luas dewasa ini, dan berbagai peringatan dari para ahli telah berulang kali
diungkapkan selama bertahun-tahun terhadap banyaknya bahaya yang mengancam para
peminum kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penggemar kopi harus
mewaspadai bahaya yang bisa timbul dari kebiasaan minum kopi mereka. Bahaya
tersebut antara lain penyakit jantung, diabetes dan bahkan
beberapa jenis kanker. Meski demikian, banyak orang mengabaikan peringatan ini.
Mengapa?
Selama beberapa tahun belakangan ini,
para peneliti telah mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai akibat
minum kopi. Namun kesimpulan yang dibuat para peneliti ini belum sampai ke
kesimpulan yang meyakinkan. Mengapa? Karena biasanya para peneliti hanya
meneliti bahaya dari kafein, salah satu dari 500 kandungan kimia alami
dalam secangkir kopi. Jadi sebenarnya penelitian terhadap kopi memang masih
belum final dan masih jauh lebih kompleks.
Kafein yang terkandung dalam kopi memiliki efek stimulan yang
cukup berbahaya. Kafein dapat menyebabkan seseorang sulit tidur. Kafein juga menyebabkan seseorang sulit
mengendalikan emosi serta sulit berkonsentrasi. Kafein juga diindikasikan bisa
memicu kanker.
Sebuah penelitian di Belanda
menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan kolesterol hingga
10 persen. Khususnya jika kopi yang diminum tanpa disaring dan langsung
dipanaskan. Kolesterol sendiri dikenal sebagai penyebab gangguan jantung.
Seorang ahli nutrisi dari Inggris merekomendasikan untuk minum kopi yang segar
dan bukan kopi yang sudah diolah, dipanaskan dan dididihkan selama beberapa
waktu.
Bagi para penggemar kopi, para ahli
menyarankan untuk minum kopi secara wajar. Hindari minum lebih dari enam
cangkir kopi dalam sehari. Bagi mereka yang mengalami gangguan jantung,
gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi sebaiknya
minum kopi cukup satu cangkir sehari. Untuk wanita hamil dan menyusui,
sebaiknya juga minum tidak lebih dari secangkir kopi sehari. Kopi memang
nikmat, namun kesehatan jauh lebih penting
dibanding menikmati kopi secara berlebih. Selamat menikmati secangkir kopi
Anda!
Comments
Post a Comment